Powered By Blogger

Selasa, 04 Oktober 2011

karya tulis ilmiah


BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
       Pekerjaan rumah (PR) dapat didefinisikan sebagai pekerjaan yang ditugaskan oleh seorang guru, sekolah atau lembaga pendidikan, dan harus diselesaikan oleh siswa di rumah atau saat tidak menghadiri kelas. PR terbagi menjadi 3 jenis yaitu: latihan (practice), preparasi (preparation), dan ekstensi (extension). Apabila guru mengajari rumus baru, PR yang diberikan berupa soal-soal untuk menerapkan rumus yang sudah diajarkan, ini jenis PR yang bersifat latihan. Kalau tugas PR diberikan agar siswa mempersiapkan bahan untuk pelajaran yang akan datang, ini adalah jenis PR yang bersifat preparasi. Sedangkan PR jenis ekstensi, PR ini biasanya dibuat agar siswa mampu mengembangkan ilmu yang sudah dipelajari dalam kehidupan sehari-hari. Menurut pernyataan PTA Nasional dan National Education Association (NEA), jumlah berikut pekerjaan rumah yang direkomendasikan adalah:
  • Dari TK sampai kelas tiga, tidak lebih dari 20 menit per hari.
  • Dari kelas empat sampai kelas enam, 20 sampai 40 menit per hari.
  • Dari kelas tujuh sampai kelas dua belas, jumlah yang disarankan waktu bervariasi sesuai dengan jenis dan jumlah mata pelajaran seorang siswa mengambil. Namun tidak berlebihan hingga menyebabkan kontraproduktif.
       Disisi lain, tujuan dari pembuatan PR hanyalah sebatas sarana mengulang pelajaran yang telah dibahas di sekolah atau persiapan materi yang akan dipelajari mendatang. Pemberian PR tersebut bisa menghasilkan manfaat seperti mengajarkan siswa untuk bersosialisasi, membantu siswa mengembangkan keterampilan manajemen waktu dan pekerjaan, meningkatkan komunikasi antara orang tua dengan siswa, dapat melatih dan menumbuhkan kebiasaan belajar, dan dapat menumbuhkan rasa kemandirian, kedisiplinan serta tanggung jawab.
       Dilihat dari keterangan diatas penulis berhipotesa bahwa PR adalah tugas yang diberikan guru, dan murid mempunyai tanggung jawab untuk mengerjakannya saat sedang tidak menghadiri kelas. Dapat berjumlah banyak atau sedikit, dapat bersifat sulit atau mudah, dan bersifat menarik atau membosankan, sesuai dengan guru yang bersangkutan. Namun apakah PR mempunyai dampak besar dan positif terhadap hasil belajar siswa full day school, atau bahkan sebaliknya. Sedangkan mereka sudah menghabiskan ± 8 jam berada di sekolah untuk belajar, jika masih diberi PR mungkin mereka harus mengorbankan waktu bersama keluarga, waktu tidur, dan mengganggu liburan akhir pekan. Secara tidak langsung muncul anggapan bahwa PR adalah suatu beban, yang kemudian menyebabkan stress. Dan berdampak pada hasil belajar mereka. Tapi semua itu tergantung bagaimana mereka meyikapinya.
       Dari latar belakang yang telah penulis uraikan, telah jelas bahwa penulis ingin mengetahui dampak Pekerjaan Rumah (PR) terhadap hasil belajar siswa full day school.

1.2 Identifikasi Masalah
1.      Apakah siswa full day school perlu mendapatkan PR?
2.      Apakah tingkatan PR yang terlalu sulit dan banyak dapat menjadi beban atau tekanan pada siswa sehingga menyebabkan stress dan memperburuk psikisnya?
3.      Apakah PR sekolah membantu siswa melatih pelajaran yang sudah dipelajari?
4.      Apakah semakin banyak PR yang dikerjakan maka hasil belajar semakin baik untuk siswa dan menjamin prestasi akademiknya?
5.      Apakah PR sekolah menimbulkan sifat buruk pada siswa?
6.      Apakah PR sekolah membangun karakter, kebiasaan kerja, dan keterampilan akademik?
7.      Apakah PR sekolah merampas waktu bermain, tidur, kebersamaan keluarga dan waktu latihan yang siswa butuhkan untuk pembangunan fisik, emosional, dan neurologis yang tepat?
8.      Apakah tindakan guru memberikan PR berlebihan dan memberi sanksi jika tidak membuat PR termasuk tindakan bullying?
9.      Bagaimana dengan PR sekolah yang diberikan terus menerus setiap hari bagi perkembangan siswa?





1.3  Pembatasan Masalah
       Berdasarkan identifikasi masalah yang telah disebutkan penulis akan membatasi masalah mengenai, sebagai berikut :
1.      Apakah siswa full day school perlu mendapatkan PR?
2.      Apakah pemberian PR berdampak positif terhadap hasil belajar siswa?
3.      Apakah tingkatan PR yang terlalu sulit dan banyak dapat menjadi beban atau tekanan pada siswa?

1.4  Perumusan Masalah
       Berdasarkan pembatasan masalah diatas penulis ingin menyampaikan tentang  ”Dampak Pemberian Pekerjaan Rumah ( PR ) Terhadap Hasil Belajar Siswa Full Day School

1.5  Tujuan Penelitian
       Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui seberapa besar manfaat yang diberikan oleh PR untuk meningkatkan hasil belajar atau prestasi akademik siswa full day school. Dan mengetahui dampak negatif dan positif dari pemberian PR sekolah.

1.6  Manfaat Penelitian
1.      Bagi orangtua
Agar orang tua mengetahui bahwa perlunya peran dan perhatian orangtua kepada anak jika anak mendapat PR, untuk menjalin komunikasi dan interaksi keluarga yang baik.
2.      Bagi siswa
Agar siswa dapat menyikapi lebih baik tentang pemberian PR, kerjakanlah PR dengan senang hati. Tidak sepenuhnya PR membawa efek negatif.
3.      Bagi pengajar atau pendidik
Agar pengajar atau pendidik mengetahui cara yang baik untuk memberikan PR kepada anak, dan anak  yang bersangkutan pun dapat dengan senang hati mengerjakan PR yang diberikan, tanpa beban dan tekanan. Salah satu caranya adalah no overgiven homework.
4.      Bagi penulis
Agar penulis mengetahui cara menyikapi PR yang baik, dan memberi sugesti kepada diri bahwa PR tidak untuk dijadikan beban dan tekanan, tetap dikerjakan namun tidak terlalu memaksakan.




                                      


   



BAB II
LANDASAN TEORITIS
Dampak Pekerjaan Rumah (PR) Terhadap Hasil Belajar Siswa Full Day School
2.1  Definisi Dampak
       Dampak mempunyai beberapa definisi. Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), dampak adalah benturan atau pengaruh kuat yg mendatangkan akibat (baik negatif maupun positif).
       Sedangkan menurut kamus kompetensi, dampak adalah keinginan untuk membujuk, meyakinkan, mempengaruhi atau memberi kesan kepada orang lain, dengan tujuan agar mereka mengikuti atau mendukung keinginannya. Kompetensi ini menekankan pada keinginan untuk mempengaruhi atau menimbulkan dampak pada orang lain. Namun Menurut beberapa kamus online, dampak adalah ukur dari berwujud dan tidak berwujud efek (konsekuensi) dari satu hal atau entitas tindakan atau pengaruh terhadap yang lain, [Kata benda] yang mencolok dari satu tubuh terhadap yang lain, [Kata benda] konsekuensi kuat, sebuah efek yang kuat, [Kata benda] interaksi kekerasan dari individu atau kelompok masuk ke dalam pertarungan, dan [Verbal] berpengaruh terhadap sesuatu
       Jadi yang dimaksud dampak dalam karya ilmiah ini adalah keinginan untuk membujuk, meyakinkan, mempengaruhi atau memberi kesan kepada orang lain, dengan tujuan agar mereka mengikuti atau mendukung keinginannya.
2.2 Definisi Pekerjaan Rumah ( PR )
       Untuk melatih dan menumbuhkan keinginan belajar seorang siswa biasanya guru memberikan tugas harian atau perkerjaan rumah yang umumnya disebut sebagai PR sekolah. PR sekolah mempunyai beberapa definisi dari berbagai sumber mulai dari blog, kamus online, bahkan dari seorang siswa itu sendiri. Menurut sebuah blog, PR adalah Pekerjaan rumah adalah pekerjaan yang ditugaskan oleh seorang guru, sekolah atau lembaga pendidikan, harus diselesaikan oleh siswa di rumah atau saat tidak menghadiri kelas. Namun Menurut McDermott, Goldman, dan Varennne, 1984, Pekerjaan Rumah adalah fakta sederhana dan baik diterima.
       Sedangkan beberapa kamus online mempunyai definisi dengan kata – kata berbeda namun bermakna sama. Mereka menyebutkan bahwa PR adalah pekerjaan yang seorang guru berikan kepada siswa untuk melakukannya diluar kelas, pekerjaan seorang siswa di sekolah yang diminta untuk melakukan di rumah, pekerjaan yang dilakukan di rumah khususnya sekolah latihan yang ditetapkan oleh guru, pekerjaan seperti sekolah atau sepotong kerjaan yang dilakukan di rumah, [Kata kerja] tugas sekolah persiapan dilakukan di luar sekolah (terutama di rumah), pekerjaan yang ditugaskan oleh seorang guru yang akan diselesaikan di rumah, definisi untuk pekerjaan rumah hanya sekedar pekerjaan yang dilakukan di rumah dari pengulangan pelajaran di sekolah pada hari itu, sesuatu yang diberikan kepada seseorang seperti tugas atau tanggung jawab, berlatih sesuatu untuk belajar atau meningkatkan beban tambahan atau peningkatan jumlah tugas pada to-do list (daftar yang harus dilakukan), sesuatu yang tampaknya ekstrakurikuler, "pada margin," tangensial, atau di luar ruang lingkup kegiatan utama atau fokus (sebagai PR adalah pekerjaan tambahan yang harus dilakukan di luar kelas), studi atau pekerjaan persiapan lainnya dilakukan sebelum beberapa kegiatan yang biasanya digunakan untuk kegiatan persiapan signifikansi atau konsekuensi untuk pelaku seperti, calon tidak melakukan pekerjaan rumah dengan baik dan kalah dalam perdebatan.
       Pada kesempatan lain seorang siswa dari sekolah smart ekselensia bernama Rofiq berpendapat bahwa PR adalah tugas yang berguna untuk melatih pemahaman asalkan siswa sudah memahami konsep yang diberikan guru.
       Namun Wikipedia, salah satu situs terbesar di internet  mengartikan  PR adalah tugas pekerjaan rumah yang mengacu pada tugas yang diberikan kepada siswa oleh guru mereka akan selesai sebagian besar di luar kelas, dan mendapatkan namanya dari fakta bahwa kebanyakan siswa melakukan sebagian besar pekerjaan tersebut di rumah.
       Dari semua definisi yang telah disebutkan penulis menyimpulkan bahwa PR adalah pekerjaan yang ditugaskan oleh seorang guru, sekolah atau lembaga pendidikan dari pengulangan pelajaran pada hari itu, dan merupakan suatu tanggung jawab yang harus diselesaikan oleh siswa di rumah atau saat tidak menghadiri kelas.
2.3 Definisi Hasil Belajar
       Setiap proses belajar mengajar keberhasilannya diukur dari seberapa jauh hasil belajar yang dicapai siswa. Hasil belajar merupakan suatu puncak proses belajar. Hasil belajar tersebut terjadi terutama berkat evaluasi guru. Hasil belajar dapat berupa dampak pengajaran dan dampak pengiring. Kedua dampak tersebut bermanfaat bagi guru dan siswa.
       Namun Woordworth mengatakan hasil belajar merupakan perubahan tingkah laku sebagai akibat dari proses belajar. Woordworth juga mengatakan bahwa hasil belajar adalah kemampuan aktual yang diukur secara langsung. Hasil pengukuran belajar inilah akhirnya akan mengetahui seberapa jauh tujuan pendidikan dan pengajaran yang telah dicapai.
       Lain halnya dengan Bloom yang merumuskan hasil belajar sebagai perubahan tingkah laku yang meliputi domain (ranah) kognitif, ranah afektif dan ranah psikomotorik.
                               I.            Enam tingkatan ranah kognitif :
a)      Pengetahuan atau ingatan
b)      Pemahaman
c)      Penerapan
d)     Sintesis
e)      Analisis
f)       Evaluasi
                            II.            Lima tingkatan ranah psikomotorik
a)      Peniruan (menirukan gerak)
b)      Penggunaan (menggunakan konsep untuk melakukan gerak)
c)      Ketepatan (melakukan gerak dengan benar)
d)      Perangkaian (melakukan beberapa gerakan sekaligus dengan benar)
e)      Naturalisasi  (melakukan gerak secara wajar)
                         III.            Lima tingkatan ranah afektif
a) Pengenalan (ingin menerima, sadar akan adanya sesuatu)
b)      Merespon (aktif berpartisipasi)
c) Penghargaan (menerima nilai-nilai, setia pada nilai-nilai tertentu)
d)     Pengorganisasian (menghubung-hubungkan nilai-nilai yang dipercaya)
e) Pengamalan (menjadikan nilai-nilai sebagai bagian dari pola hidup).
       Tipe hasil belajar kognitif lebih dominan daripada afektif dan psikomotor karena lebih menonjol, namun hasil belajar psikomotor dan afektif juga harus menjadi bagian dari hasil penilaian dalam proses pembelajaran di sekolah.
       Sedangkan Menurut Dimyati dan Mudjiono hasil belajar merupakan hal yang dapat dipandang dari dua sisi yaitu sisi siswa dan dari sisi guru. Dari sisi siswa, hasil belajar merupakan tingkat perkembangan mental yang lebih baik bila dibandingkan pada saat sebelum belajar. Tingkat perkembangan mental tersebut terwujud pada jenis-jenis ranah kognitif, afektif, dan psikomotor. Sedangkan dari sisi guru, hasil belajar merupakan saat terselesikannya bahan pelajaran.
       Pendapat lain tentang definisi hasil belajar menurut Oemar Hamalik adalah bila seseorang telah belajar akan terjadi perubahan tingkah laku pada orang tersebut, misalnya dari tidak tahu menjadi tahu, dan dari tidak mengerti menjadi mengerti.
       Terakhir adalah definisi hasil belajar menurut Howard Kingsley. Ia mengatakan bahwa Hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya. Dan Howard Kingsley membagi 3 macam hasil belajar:
a. Keterampilan dan kebiasaan
b. Pengetahuan dan pengertian
c. Sikap dan cita-cita
Pendapat dari Horward Kingsley ini menunjukkan hasil perubahan dari semua proses belajar. Hasil belajar ini akan melekat terus pada diri siswa karena sudah menjadi bagian dalam kehidupan siswa tersebut.
       Jadi pengertian hasil belajar dalam karya tulis ini menurut pendapat penulis adalah suatu puncak proses belajar yang akan menyebabkan perubahan tingkah laku pada orang tersebut. Hasil pengukuran belajar inilah akhirnya akan mengetahui seberapa jauh tujuan pendidikan dan pengajaran yang telah dicapai.
2.4 Definisi Siswa
       Siswa merupakan salah satu peran penting dalam suatu pembelajaran selain guru dan sesuatu pembelajaran yang diajarkan. Siswa mempunyai berbagai definisi dari berbagai sumber. Yang pertama menurut salah satu situs tanya jawab di internet. Mereka mengatakan siswa adalah seseorang yang terlibat dalam penelitian, salah yang dikhususkan untuk belajar. Seorang pelajar, seorang murid, sarjana, terutama, orang yang menghadiri sebuah sekolah, atau yang mencari pengetahuan dari guru profesional atau dari buku-buku, seperti, para mahasiswa akademi, sebuah perguruan tinggi, atau universitas, seorang mahasiswa kedokteran, mahasiswa keras.
       Selanjutnya menurut Wikipedia, salah satu situs terbesar di internet juga. Situs ini mengatakan bahwa siswa adalah pelajar, atau seseorang yang menghadiri sebuah institusi pendidikan. Di beberapa negara, istilah bahasa Inggris (atau kognitif dalam bahasa lain) adalah diperuntukkan bagi mereka yang menghadiri universitas, sementara anak sekolah di bawah usia delapan belas tahun disebut murid dalam bahasa Inggris (atau yang setara dalam bahasa lain). Dalam penggunaannya luas, mahasiswa digunakan untuk siapa saja yang belajar.
       Jadi menurut pendapat penulis siswa itu merupakan individu manusia yang memiliki karakteristik yang sangat kompleks. Setiap individu pastinya memiliki potensi, intelegensi yang berbeda dengan yang lainnya. Semua itu akan membentuk kepribadian yang unik dan khas. Siswa yang satu akan berbeda dengan siswa yang lain.
2.5 Definisi Full Day School
       Sistem belajar secara full day school telah banyak diterapkan di sekolah – sekolah di Indonesia. Menurut sebuah blog bernama suharwatu5.blogspot.com full day school adalah salah satu karya cerdik para pemikir dan praktisi pendidikan untuk menyiasati minimnya control orang tua terhadap anak di luar jam-jam sekolah formal sehingga sekolah yang awalnya dilaksanakan 5 sampai 6 jam berubah menjadi 8 bahkan sampai 9 jam.
       Disamping itu sebuah situs pemerintah yaitu Lipi.go.id berdefinisi bahwa Kata full day school berasal dari bahasa inggris. Full artinya penuh, day artinya hari sedang school artinya sekolah. Jadi, full day school merupakan sekolah sepanjang hari atau proses belajar mengajar yang dilakuakan mulai pukul 06.45-15.00 dengan durasi istirahat setiap 2 jam sekali. Dengan demikian, sekolah dapat mengatur jadwal pelajaran dengan leluasa, disesuaikan dengan bobot mata pelajaran dan ditambah dengan pendalaman materi .
       Namun di sisi lain Sukur basuki  berpendapat bahwa full day school adalah sekolah yang sebagian waktunya digunakan untuk program pelajaran yang sebenarnya menyenangkan bagi siswa dan membutuhkan kreatifitas dan inovasi dari guru
       Sedangkan menurut Sismanto, full day school merupakan model sekolah umum yang memadukan sistem pengajaran Islam secara intensif yaitu dengan memberi tambahan waktu khusus untuk pendalaman keagamaan siswa. Biasanya jam tambahan tersebut dialokasikan pada jam setelah sholat Dhuhur sampai sholat Ashar, sehingga praktis sekolah model ini masuk pukul 07.00 WIB pulang pada pukul 16.00 WIB.
       Jadi menurut pendapat penulis full day school adalah sekolah yang sebagian waktunya digunakan untuk program pelajaran yang sebenarnya menyenangkan bagi siswa dan memudahkan untuk bersosialisasi dengan teman serta membutuhkan kreatifitas dan inovasi dari guru.




BAB III
METODE DAN TEKNIK PENELITIAN
3.1  Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini akan dilaksanakan di kelas XI IPA Unggulan I dan II yang berada di Gedung Pembelajaran 3 SMA PLUS PGRI CIBINONG Kecamatan Cibinong Kabupaten Bogor. Rencana penelitian akan dilaksanakan selama 4 hari.
3.2  Metode Penelitian
Metode penelitian yang digunakan adalah metode angket seperti pembagian angket atau questionare dan hasil belajar berupa nilai raport terhadap siswa yang bersangkutan. 
3.3  Teknik Penelitian
3.2.1        Teknik Pengumpulan Data
a.      Pekerjaan Rumah (PR)
Definisi Konseptual
       Pekerjaan rumah adalah pekerjaan yang ditugaskan oleh seorang guru, sekolah atau lembaga pendidikan dari pengulangan pelajaran pada hari itu, dan merupakan suatu tanggung jawab yang harus diselesaikan oleh siswa di rumah atau saat tidak menghadiri kelas.


b.      Hasil Belajar
Definisi Konseptual
       Hasil belajar adalah suatu puncak proses belajar yang akan menyebabkan perubahan tingkah laku pada orang tersebut. Hasil pengukuran belajar inilah akhirnya akan mengetahui seberapa jauh tujuan pendidikan dan pengajaran yang telah dicapai.
Instrumen
Tabel 1 Student Questionaire
No.
Pertanyaan
Ya
Tidak
Alasan
1
Menurut anda, apakah pemberian PR kepada siswa itu perlu ?



2
Setelah pelajaran selesai, pernahkah guru memberikan anda PR untuk membantu memahami apa yang telah diajarkan?



3
Pernahkah anda diberi PR sebagai bahan persiapan menghadapi pelajaran mendatang ?



4
Pernahkah anda diberi PR agar ilmu yang dipelajari dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari ?



5
Apakah PR yang diberikan dapat diselesaikan dalam waktu antara 1,5 sampai 2,5 jam setiap harinya ?



6
Apakah banyaknya PR mengganggu kebersamaan anda dengan keluarga serta libur akhir pekan anda, bahkan  menyita waktu tidur anda?



7
Apakah PR membantu anda untuk lebih meningkatkan komunikasi dengan orang tua ?



8
Apakah PR membantu anda untuk lebih meningkatkan akses informasi seperti perpustakaan sekolah, internet dan lainnya ?



9
Menurut anda, apakah rajin mengerjakan PR yang banyak membantu anda meningkatkan nilai hasil belajar (raport)?



10
Apakah PR membantu anda dalam mengerjakan soal – soal ulangan?



11
Dari semua pertanyaan yang diberikan mana yang anda pilih :
a.       Anda mendapat PR yang banyak dan  sulit
b.      Anda mendapat PR yang mudah, sedikit, tapi menarik. (no overgiven homework system)
c.       Anda tidak mendapat PR sama sekali dengan syarat mengerti dan paham pelajaran yang telah disampaikan. (no homework system)




Dalam tabel questionaire, nomor 2 membahas tentang PR jenis practice/penguatan, nomor 3 tentang preparation/persiapan dan nomor 4 tentang extension, dan pada akhir pertanyaan tentang pilihan bagaimana seharusnya PR diberikan menurut opini siswa.
3.2.2        Teknik Pengolahan Data
Tabel 2 Perhitungan Student Questionaire
No.
Ya
Tidak
Seri
Abstain
1
10
9
1
-
2
18
2
-
-
3
11
9
-
-
4
11
8
-
1
5
6
14
-
-
6
19
1
-
-
7
3
17
-
-
8
15
5
-
-
9
12
8
-
-
10
16
4
-
-
11
A
B
C
Abstain
-
11
8
1

       Pengolahan data yang digunakan adalah diagram pie dalam bentuk persen. Berikut adalah rumus pengolahan dalam bentuk persen :
 =           x =  . 100%
·         x          = hasil ( % )
·         20        = Jumlah sampel
·         n          = Jumlah suara yang memilih ya, tidak, abstain, dan seri
   ( khusus untuk nomor 11, yaitu memilih A, B, dan C )





3.4 Populasi dan Sampel
3.2.3        Populasi
Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA Unggulan 1 dan 2 SMA PLUS PGRI CIBINONG. Populasi siswa berjumlah 69. Tabel 3 Populasi
No
Kelas
Jumlah
Jumlah Total

Laki-laki
Perempuan

1
XI IPA Unggulan 1
18
18
36 siswa
2
XI IPA Unggulan 2
18
15
33 siswa

69 siswa

3.2.4        Sampel
Sampel penelitian ini diambil secara acak dengan menggunakan cara undian. Sampel yang diambil berjumlah 20 siswa. Tabel 4 Sampel
No
Kelas
Jumlah
Jumlah Total

Laki-laki
Perempuan

1
XI IPA Unggulan 1
3
7
10 siswa
2
XI IPA Unggulan 2
5
5
10 siswa

20 siswa


BAB IV
PEMBAHASAN
        Pada bab ini penulis akan membahas dan menganalisis lebih detail mengenai dampak pekerjaan rumah (PR) terhadap hasil belajar siswa full day school berdasarkan student questionare (angket), hasil belajar berupa nilai raport, dan data dari internet.
4.1 Definisi, Tujuan, dan Manfaat dari Pekerjaan Rumah
       Pekerjaan rumah (PR) dapat didefinisikan sebagai pekerjaan yang ditugaskan oleh seorang guru, sekolah atau lembaga pendidikan, dan harus diselesaikan oleh siswa di rumah atau saat tidak menghadiri kelas. PR terbagi menjadi 3 jenis yaitu: latihan (practice), persiapan (preparation), dan ekstensi (extension). Tujuan dari pembuatan PR hanyalah sebatas sarana mengulang pelajaran yang telah dibahas di sekolah atau persiapan materi yang akan dipelajari mendatang. Manfaat yang dapat diambil dari pemberian PR contohnya seperti mengajarkan siswa untuk bersosialisasi, membantu siswa mengembangkan keterampilan manajemen waktu dan pekerjaan, meningkatkan komunikasi antara orang tua dengan siswa, memenuhi persyaratan distrik sekolah, dapat melatih dan menumbuhkan kebiasaan belajar, dan dapat menumbuhkan rasa kemandirian, kedisiplinan serta tanggung jawab.


4.2 Penelitian Para Pakar Pendidikan dan Kesimpulannya
       Para pakar pendidikan telah banyak yang melakukan pengamatan dan penelitian tentang dampak pekerjaan rumah (PR) dengan hasil belajar siswa. Dari siswa TK hingga sekolah menengah atas. Berikut hasil penelitian dan penuturan mereka :
1.      Dr Updale menuturkan pekerjaan rumah tersebut akan membuat anak-anak menghabiskan waktu lebih banyak di dalam kamar atau rumah dibandingkan untuk bermain di luar. Masyarakat harus melepaskan diri dari asumsi bahwa pekerjaan rumah adalah sesuatu yang baik. Padahal anak-anak juga perlu ruang untuk diri mereka sendiri dan melakukan sesuatu yang diinginkannya, karena terkadang beban pekerjaan rumah ini terlalu mengganggu.
2.      Muhammad Rizal, Psi, psikolog pendidikan Universitas Indonesia. menuturkan tidak semua pekerjaan rumah mengganggu kehidupan keluarga atau sosial anak. Karena tergantung dari PR yang diberikan seperti apa dengan melihat jumlah serta tingkat kesulitannya. Saat ini memang ada beberapa sekolah yang sudah tidak memberikan PR lagi pada murid-muridnya karena anak-anak sudah belajar di sekolah dari pagi hingga sore hari. Untuk menentukan apakah pekerjaan rumah diangap perlu atau tidak bisa dilihat dari berapa banyak waktu yang sudah dihabiskan anak di sekolah serta apa tujuan dari diberikanya PR tersebut, apakah untuk membantu anak melatih pelajaran yang sudah dipelajari atau untuk memperkuat pelajaran selanjutnya. Pekerjaan rumah sebenarnya juga bisa mengajarkan anak untuk bersosialisasi, karena jika anak tidak bisa mengerjakannya maka ia akan bertanya pada orangtua atau kakaknya.
3.      Prof. Harris Cooper, salah satu peneliti terkemuka di bidang ini, dan juga penulis buku The Battle Over Homework: Common Ground for Adminstrators, Teachers, and Parents. Sekolah harus mengikuti aturan “10 menit per malam per level kelas”. Jadi, untuk anak kelas 1 SD maka waktu mengerjakan PR maksimal 10 menit per malam. Untuk kelas 2 SD maksimal 20 menit. Demikian seterusnya.
Prof. Cooper melakukan penelitian tentang pekerjaan rumah (PR) dan hasil review yang dilakukan Prof Cooper, pada tahun 2001, atas lebih dari 120 studi mengenai PR dan efeknya, dan ditambah lagi dengan review, pada tahun 2006, terhadap 60 studi lainnya, dengan topik yang sama, ternyata diperoleh data bahwa hampir tidak ada korelasi antara jumlah PR dan prestasi akademik di SD. Sedangkan untuk level sekolah menengah (SMP/SMU) terdapat korelasi yang moderat antara jumlah PR dan prestasi akademik. Namun jika PR yang diberikan terlalu banyak, di sekolah menengah, justru akan kontraproduktif. Harris Cooper, menyimpulkan setelah sebuah tinjauan komprehensif yang PR tidak meningkatkan prestasi akademik untuk siswa sekolah dasar. Cooper menganalisis puluhan mahasiswa dan menemukan bahwa anak-anak yang ditugaskan PR di sekolah menengah dan tinggi benar-benar skor "agak" lebih baik pada tes standar, tetapi anak-anak yang melakukan 60 sampai 90 menit PR di sekolah menengah dan lebih dari 2 jam di sekolah tinggi skor benar-benar buruk.
4.      David Baker dan Gerald LeTendre, profesor pendidikan dan penulis buku National Differences, Global Similarities: World Culture and the Future of Schooling, negara-negara yang terkenal dengan pendidik yang memberikan PR yang banyak, seperti Yunani, Thailand, dan Iran ternyata prestasi akademik murid mereka justru sangat buruk. Sebaliknya negara-negara seperti Jepang, Denmark, dan Czech Republic, yang murid-muridnya menempati ranking tertinggi prestasi akademik dalam skala dunia, ternyata guru-guru di negara ini memberikan sangat sedikit PR. Tujuannya agar anak bisa lebih banyak waktu luang bersama keluarga melakukan berbagai aktivitas di luar kegiatan sekolah, yang menarik minat mereka. Kemudian Prof Baker menyimpulkan bahwa semakin banyak PR yang diberikan kepada murid maka semakin buruk prestasi akademik yang dicapai.
5.      Seorang pendidik Amerika,   Alfie Kohn (2007) dalam bukunya  “No Contest: The Case Against Competition”, mempertanyakan mengapa banyak guru-guru  dan orang tua tetap memberikan pekerjaan rumah yang berlebihan pada anak, padahal tidak ada studi yang membuktikan pembelajaran tersebut memberikan keuntungan yang menyeluruh bagi perkembangan anak. Justru menurut Kohn, Pekerjaan rumah yang berlebihan dapat menjadi faktor detrimental bagi perkembangan anak karena ‘merampok’ saat-saat berkualitas mereka bersama keluarga, yang biasanya didapat di malam hari. Selain itu, juga tidak memberikan kesempatan bagi anak untuk benar-benar menjadi anak-anak. Di Amerika, secara umum, pendidikan menggunakan pendekatan ‘Push Teachers’ untuk memberikan setumpuk pekerjaan rumah sebagai usaha untuk membangun karakter anak. Kohn berpendapat justru hal yang dipaksakan ini dapat membunuh intelektualitas anak dan mematikan kreatifitas mereka. Walaupun pendapat Kohn ini tidak didasarkan pada studi-studi kasus yang memadai, namun pendapatnya patut dipertimbangkan.
4.3 Pembahasan berdasarkan penelitian penulis
       Kita telah mengetahui dasar-dasar pembahasan mengenai PR seperti keterangan yang telah diuraikan di atas. Oleh karena itu, penulis akan membahas berdasarkan pengamatan dan penelitian yang telah dilakukan.
Tabel 5 Diagram Pie Student Questionaire
No.
Pertanyaan
Diagram Pie
1
Menurut anda, apakah pemberian PR kepada siswa itu perlu ?
2
Setelah pelajaran selesai, pernahkah guru memberikan anda PR untuk membantu memahami apa yang telah diajarkan?
3
Pernahkah anda diberi PR sebagai bahan persiapan menghadapi pelajaran mendatang ?
4
Pernahkah anda diberi PR agar ilmu yang dipelajari dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari?
5
Apakah PR yang diberikan dapat diselesaikan dalam waktu antara 1,5 sampai 2,5 jam setiap harinya ?
6
Apakah banyaknya PR mengganggu kebersamaan anda dengan keluarga serta libur akhir pekan anda, bahkan  menyita waktu tidur anda?
7
Apakah PR membantu anda untuk lebih meningkatkan komunikasi dengan orang tua ?
8
Apakah PR membantu anda untuk lebih meningkatkan akses informasi seperti perpustakaan sekolah, internet dan lainnya ?
9
Menurut anda, apakah rajin mengerjakan PR yang banyak membantu anda meningkatkan nilai hasil belajar (raport)?
10
Apakah PR membantu anda dalam mengerjakan soal – soal ulangan?
11
Dari semua pertanyaan yang diberikan mana yang anda pilih :
a.       Anda mendapat PR yang banyak dan  sulit
b.      Anda mendapat PR yang mudah, sedikit, tapi menarik. (no overgiven homework system)
c.       Anda tidak mendapat PR sama sekali dengan syarat mengerti dan paham pelajaran yang telah disampaikan. (no homework system)


Penjelasan singkat :
1.      Dalam perlu atau tidaknya PR terhadap siswa full day school, memang lebih banyak 5% yang menjawab perlu, namun dilihat dari semua alasan responden mereka merasa terbebani oleh PR tersebut. Karena sudah seharian sekolah, mereka butuh space, butuh istirahat.
2.      Terlihat dari jawaban dan alasan responden, mereka telah mengetahui manfaat yang telah diberikan PR seperti membantu memahami pembelajaran yang telah diajarkan (practice), dapat menjadi bahan persiapan pelajaran mendatang (preparation), meningkatkan hasil belajar, membantu mengerjakan soal – soal ulangan, meningkatkan akses informasi, dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari – hari (extention), namun pada extention banyak alasan responden mengatakan lebih mengarah kepada teori/pemahaman daripada penerapan dalam kehidupan sehari – hari. Dari semua manfaat PR mayoritas responden mengetahui dan pernah diberikan PR semacam itu dengan hasil 69,16%.
3.      Dalam pemberian PR responden tidak menyukai PR yang menggangu waktu bersama keluarga, waktu tidur, dan libur akhir pekan. Karena waktu – waktu seperti itu biasanya terbatas. Dilihat dari alasan seolah – olah, space yang mereka dapatkan terbatas. Kebanyakan alasan berbunyi “ capek, lebih banyak butuh waktu sama keluarga, bikin liburan sibuk ngerjain tugas, banyak tugas deadline ”. Dalam questionare responden biasa mengerjakan PR lebih dari 2 jam. Responden tidak menyukai pemberian PR seperti itu dengan hasil 83,3%.


BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
       Berdasarkan hasil penelitian dari dampak Pekerjaan Rumah (PR) terhadap hasil belajar siswa full day school diperoleh kesimpulan, yakni sebagai berikut:
Responden mengakui bahwa PR itu diperlukan dalam pembelajaran di sekolah. Kemudian dampak positif dan negatif  dari pemberian PR bagi siswa full day school (responden) tergantung dari banyak atau sedikitnya PR, besarnya manfaat yang diberikan, sulit atau mudahnya dan menarik atau tidaknya PR tersebut.
5.2 Saran
       Setelah melakukan penelitian tentang dampak pekerjaan rumah terhadap hasil belajar siswa full day school penulis ingin menyampaikan beberapa saran, yakni sebagai berikut:
1.      Guru diharapkan lebih inovatif dan kreatif dalam memberikan PR agar mereka semangat dan tidak ada tekanan (no pressure). Kalaupun belum bisa seperti itu manfaatkan waktu mengajar di sekolah untuk mengusahakan siswa full day school yang menghabiskan waktu ±8 jam di sekolah itu mengerti dan paham tentang apa yang telah diajarkan. Sehingga mereka tidak memerlukan PR. Kemudian pulang ke rumah dan mendapatkan waktu – waktu berkualitas yang mereka inginkan.
2.      Salah satu solusi yang dapat penulis berikan adalah guru menerapkan sistem no overgiven homework. Yaitu pemberian PR secara tak berlebihan. Sebanyak 55% responden menyukai sistem ini. Dengan begitu tak mengganggu waktu – waktu terbaik mereka. Itu berarti responden menginginkan PR yang tidak berlebihan tetapi menarik. Singkatnya, guru diharapkan mengemas PR yang menunjang hasil belajar namun yang disukai dalam arti menarik.


Daftar Pustaka
http://www.artikata.com/arti-324325-dampak.php
http://indosdm.com/kamus-kompetensi-dampak
http://bahasa.cs.ui.ac.id/kbbi/kbbi.php?
Majalah Better Homes and Gardens
www.bhg.com/health-family/school/homework/the-real-meaning-of-homework
http://forum.upi.edu/v3/index.php?topic=15692.0
http://indramunawar.blogspot.com
http://id.shvoong.com/social-sciences/education
http://www.elook.org/dictionary/impact.html
http://www.businessdictionary.com/definition/impact.html
http://www.hyperdictionary.com/dictionary/homework
http://www.dictionary30.com/meaning/Homework
http://www.allwords.com/word-homework.html
http://www.studiesinaustralia.com/enquiry/general
http://wiki.answers.com/Q/What_is_the_definition_for_homework
http://www.thecuriousdreamer.com/dreamdictionary
http://www.wordnik.com
http://www.allwords.com
www.ldoceonline.com
http://cie.asu.edu
http://
williambuell.wordpress.com
www.macmillandictionary.com
www.detikhealth.com
www.wikipedia.com
 
www.asiacalling.org
http://
pendidikananakislam.blogspot.com/2008/08/perlukah-pr.html
www.adiwgunawan.com
http://
rivbloger.blogspot.com
www.thecaseagainsthomework.com
www.
stophomework.com/great-news
www.family-homework-answers.com
http://suharwatu5.blogspot.com
www.Lipi.go.id
http://mysydneyjourney.wordpress.com/2010/06/13/pr-pekerjaan-rumah-beban-atau-pembelajaran/
Santtrock, John W. 2008, Psikologi Pendidikan Edisi Kedua, Penerbit: Kencana Prenada Media Group: Jakarta http://1071ya.blogspot.com/2011/02/mengapa-efek-dari-pekerjaan-rumah.html
http://www.kidsource.com/kidsource/content/HOW_IMPORTANT_HOMEWORK.html
riwayat hidup
Cibinong, Kab. Bogor 2011
Ishmah Hanifah (091010049) lahir di Tangerang, pada tanggal 20 Januari tahun 1995, anak  pertama dari lima bersaudara dari pasangan Bapak Praptono Djunedi dan Ibu Nurhayati, beralamat di Perum. Griya Anggraini Blok D3/11 RT 04/11 Kec. Citeureup Kab. Bogor. Email : Ishmahhanifah@ymail.com.
       Penulis memulai pendidikan formal di TK Triple J pada tahun 1999-2000. Lalu  melanjutkan Sekolah Dasar di SDIT Al-Ustmaniyah pada tahun 2000-2006. Melanjutkan ke sekolah menengah pertama di SMPN 1 Citeureup pada tahun 2006-2009. Dan kemudian sampai saat ini penulis bersekolah di jenjang sekolah menengah atas di SMA Plus PGRI Cibinong pada tahun 2009- sekarang.





Senin, 03 Oktober 2011

Life Is A Highway Lyrics

Life Is A Highway Lyrics: Rascal Flatts Life Is A Highway lyrics . These Life Is A Highway lyrics are performed by Rascal Flatts Get the music video and song lyrics here. Well, life's like a road that you travel on There's one day here and the next day gone Sometimes you bend,

Minggu, 25 September 2011

miss my best friends

sebenernya gue ngerasain ini udah lama, tapi kadang terlupakan oleh banyaknya tugas, atau hal lain. sebenernya gue kangen sama temen-temen gue, terutama dinda, lisa, angga, wulan, riri, afri, fawwaz, tiara. gue kangen banget, kadang gue suka nangis kalo nginget2 mereka. pengen ketemu mereka, tapi pasti ada halangan, atau belum nemu waktu yang tepat. ya ALLAH aku kangen mereka, pertemukanlah kami ya ALLAH. biasanya kalo kita mau puasa suka janjian, kalo mau bekel janjian, kalo takut makan ga abis sepiring ber2 patungan sama dinda, kalo lagi pelajaran kosong pada narsis atau nonton film, kalo ada soal matematika, fisika, atau kimia yang susah kita kerjain bareng, dan alhamdulillah yah selalu nemu jawabannya, sholat bareng. gue kangen, gue pengen ketemu! sekarang semua itu terasa berbeda, kalo puasa aku sendiri, ga ada yang beli makanan sepiring ber2 semua beli sendiri, kalo lagi ga ada guru cuma ngobrol, ga ada yang maen jempol online atau nonton film, kalo ada soal matematika gue kaya ngerjain sendiri dan lain minta ajarin, padahal gue belum selesai, gue jadi ngerasa kewalahan, gue kan pengen konsentrasi biar bisa! tapi kenapa malah begini! saat gue di pesat dan gue ga bisa ngerjain soal eksak gue nanya ke temen gue yang ngerti dan kalo dia ngerti juga kita pecahin masalahnya bareng2. atau nanya ke guru kita. sekarang gue ngerasa, kaya otak buat semuanya, padahal kan gue juga punya kelemahan, gue juga butuh yang namanya konsentrasi. pas ulangan matematika semua berisik, dan ada yang nanya terus, gue juga kan bingung, gue butuh ketenangan buat ngerjain soal. tapi semua ribut, dan akhirnya gue pusing dan menyerah! gue hanya bisa ngerjain beberapa soal! gue kangen sama kejadian2 yang pernah gue alamin dulu, tapi itu ga mungkin. semua udah terlambat! yang jelas saat ini gue kangen temen2 gue. ya ALLAH kalo emang kita jodoh pertemukanlah kami di universitas yang sama, dan semoga kita bisa berteman selalu. aku rindu kalian, dan aku juga berharap kalian merindukanku, i miss you, friends. semoga jika ada kesempatan kita bisa bertemu kembali! i hope so.........

Sabtu, 24 September 2011

kick andy -on air-

selasa kemaren tepatnya tanggal 19 september 2011 jam 11.51 gue dapet sms dari indriKickAndy isinya "dear all, undangan KICKANDY sudah dikirim ke email anda, untuk taping hari rabu 21 september. hara konfirmasi jumlah yang mau hadir, paling lambat selasa. tq -indriKickAndy" dan saat gue baca sms itu gue dalam keadaan ngantuk2, beneran nih???? serius??? gue langsung nunjukin sms ini ke nyokap dan bokap gue. oh my lord..... keinginan gue kesampean juga akhirnya. wuhuuuuuy alhamdulillah yah! makasi YA ALLAH. besoknya gue langsung ke warnet, soalnya modem lagi rusak jadi apa2 harus ke warnet dah -,-. gue di suruh ngeprint undangannya, terus gue print. persyaratannya gue harus pake baju batik pake sepatu ( asli sepatu ). gue seneng banget nget, atuh dari kelas 2 sma gue daftar baru dipanggil sekarang, gapapa deh yang penting gue udah ngerasain nonton kick andy secara langsung. :)
terus gue kasih tau tentang ini ke kartini, taunya dia mau ikut yaudah kita sepakat, kemudian kartini ngasih tau restu, dan restu pun mau ikut juga. kita sepakat gue, kartini, restu. tak disangka restu ngasi tau yang lain gue gatau siapa aja, yang gue tau si dwiki, herlan, sama nando, bahkan rahma. gue kan malu, apaan si tu???. gue bilang maximum cuma 5 orang jadi keputusannya yang ikut gue, bokap, ade gue, kartini, restu. tapi beberapa jam kemudian, restu membatalkan ga jadi ikut, kalo restu ga ikut otomatis kartini juga ga ikut. yaudah pada tanggal 21 september 2011 jam 03.30 sore gue langsung cauuuu dah sama ade gue naik kereta ke gambir ketemu bokap gue, terus nerusin naik taksi ke kebon jeruknya tepatnya di studio metro tv nya ( berharap ketemu raditnya dika sekalian taunya ga ketemu -,-) gapapa deh!
nyampe di lokasi, udah adzan maghrib, tanpa basa basi langsung sholat, wooooow banyak amat orangnya ga ada yang seusia gue, rata-rata mahasiswa sama orang kantoran. gue sama ade gue jadi ngerasa gimana gitu!
abis sholat kita menuju studio, gue registrasi dulu, dapet kupon souvenir buku sama tulis nama buat doorprize, tapi makan snack dulu, gue cuma makan roti sama minum. sambil dengerin orang nyanyi. pas gue masuk gue ngeliat patung cewe tinggiiiiiiiiiiii banget ga pake baju (anjiiiiir) siapa si yang bikin iseng amat?!! sebelum taping gue ke toilet dulu, waduuuh banyak emak-emak yang lagi dandan -maksudnya biar ga keliatan kucel pas taping nanti- yah gue ga bawa bedak lagi wahhaha, bodo ah! terus ada ibu2 nanya ke gue, kaya ga percaya gitu gue ikut kickandy, gue tau anda udah tua, tapi walaupun gue masi kecil gue juga suka berkumpul dengan orang tua -apasih?- oke cerita toilet kita lanjutkan nanti.
oke siap-siap taping, hwaa hwaaa ternyata kaya gini toh studio nya gede si, banyak camera dan cahaya dimana-mana. keren pokoknya! kakkoi
waduuh banyak juga peraturannya. ga boleh banyak gerak, tapi berekspresi semurni mungkin. disuruh tepuk tangan mulu, matiin hape. dll..... yang bikin gue malu adalah pada saat alarm jam 7 gue bunyi anjjiiiiir..... udah gue injek injek padahal itu tas tapi hapenya kaga mati2 juga. pas jeda, gue cepet2 aja ngeluarin baterenya bet bet bet set.... pas jeda atau iklan asli dah si andy ngelawak mulu, gue ketawa ga disangka orangnya humoris banget dan ga bisa diem. ngomong mulu, huuuu tambah nge fans. #ngarep bisa nonton secara langsung lagi.
 disana gue ketemu orang-orang penting kaya jusuf kall (ketua PMI), asep (pokoknya staf PMI, gatau bagian apa), nirina zubir + ernest coklat, dan yang paling utama adalah ANDI F. NOYA. tereng tereng........ abis taping selesai, sebenernya ada sesi foto sama minta ttd, tapi gue ga enak badan dan segera pulang.... hwaaaaaa nyesel. nyesel. nyesel. yaudah gue pulang naik taksi dilanjut kereta nyampe rumah jam 1 pagi. pengorbanan gue tuh, waktu itu sebenernya gue lagi ga enak badan, tapi gue paksain soalnya kesempatan ga bakal dateng 2 kali.... menurut gue ini adalah THE BEST EXPERIENCE I HAVE EVER DONE hwaaa seneng banget ya ALLAH, alhamdulillah yah!

Rabu, 17 Agustus 2011

i have never had bestfriend like them before... :)

sebenernya sih gua pengen ceritain tentang semua sahabat sahabat gua dari TK sampe sekarang... hehe mengenang masa lalu yang ga akan pernah digapai lagi, hanya bisa diingat abis itu ditulis sebagai tulisan kenangan untuk dikenang ( halahh BB:dibacabanyakbcot banget dah ) oke let's start. 1st i'm going to tell abaout my bf when i was kindergarden alias TKnamanya triplej. haha..... dulu waktu tk gua ga punya temen, haha boong. seinget gua si gua punya temen namanya putu dia orang bali, tetangga belakang rumah gua. kalo berangkat sekolah kata nyokap gua, gua sering dianterin sama budenya yg udah gua anggep kaya bude gua juga #ngarep. tapi serius kok.... katanya mah... abis satu2nya temen TK yg gua inget dia doang, setiap siang dia kalo ga salah selalu bilang bakal maen ke rumah gua, sebelum tidur siang gua selalu ngintip di jendela nungguin dia, tapinya ga dateng2 sampe akhirnya gua pindah ke desa, namanya kampung citerep haha, gua jadi kampungan dan kutuan tinggal disana. gua sekolah TK cuma setaun, jadi pas ketemu dia lagi gua kelas 3 sd, dia kelas 2 sd.

terusnya gua ngelanjutin sekolah dasar alias eSDe, SDIT Al-Utsmaniyah namanya asiiik dah islami dah gua sekolah disono. pertama kalinya gua kenalan sama anak yg punya yayasannya namanya nunu, eh gatau taunya kita malah akrab dan jadi sahabat, selama 6 taun. pas mau perpisahan tuh gua adalah orang pertama yg nangis, sediih bo, mana diatas panggung diliatin orang... anjiiiir bgt. tapi basicly semua temen gua, udah menghabiskan 6 taun bersama, 1 harinya 8 jam. gimana ga akrab coba..... tapi sampe sekarang gua belum ketemu2 sama si nunu, auu kemana tuh orang, udah lupa kali ama gua. temen yg masih kontak2an sama gua cuma jian ama tiara paling, itu juga jarang. tapi di pesat ada faza sama hanif, ahhaha.

next story gua masuk smp cuy.... uhuhuy..... gua masuk smp dengan seragam yg paling beda, aduuuh rada malu gua.... mana waktu itu gua hampir telat... wah wah wah,,,, jgn diikuti ya temen2. smp gua pulang siang asyiiiik, temen2nya baik2 sih. sahabat gua ganti2 disini dari kelas 7sampe 9, ada beti, anis, aini, nita, alin, ana, gaza, rizal, pokoknya kelas 7-7 rata2 deket semua, anak2nya seru lah. di kelas 8-1 kelasnya anak pinter, dan gatau kenapa gua bisa masuk kelas itu, padahal kemampuan gua rata2. pas pembagian raport auu daah gua urutan ke berapa kedua terakhir kali ya... hahaha, disini sahabat gua itu neneng, widya, sama tyas........ lanjut ke kelas 9, gua masuk kelas 9-4, dan 3 taun gua sekelas sama rizal sampe dibilang jodoh soalnya katanya muka kita mirip, dan dikelas ini rizal mulai sms gua, haha, jadi suka senyum senyum sendiri hahay. disini juga rata2 semuanya akrab. tapi yg paling akrab si uroh, fitri, anis, indah, rafa, paling... oia wina, may, ana, zaidah, angga, cepi, rizal, ajo, ehmm, ya rata2 mah akrab, oia bayu juga(digosipin sama suka ana) tapi dia pernah bilang i love you gitu sama gua tapi gua pura2 ga denger haha, bodo ah lagian apa coba maksudnya...?? mau bikin gua salting wee ga mempan!!! haha tapi kocak juga anaknya. gua dan rizal disorakin semakin menjadi2 di kelas ini, di 8-1 aja udah lumayan merah muka gua, kuping gua juga panas, karena malu dan salting, bingung mau ngapain, setelas insiden bola kertas kena mata gua, dan dia minta maap sambil megang2 pundak gua, woi woi bukan muhrim... tapi kalo nginget itu senyum2 sendiri haha (bukan orang gila tapi gua). yaaah pokoknya di kelas 9-4 gua makin akrab sama rizal, gua inget banget pas dia bilang selamat ulang taun sama semoga berhasil di ujian karate, trus pas dia minta doa gua buat seleksi olimpiade matematika, hahahay, masih bocah juga gua.......  pokoknya gua seneng di kelas 9-4, sahabatnya baik2. tapi yang bikin gua ga seneng, gua ketemu lagi sama deni, orang yang suka buka buka kerudung gua waktu kelas 7-7 abis itu dia gua pukul pake sapu, eh dia malah nyenderin gua ke tembok dan mau nonjok gua (parah kan???!!!) gua merem, dan dia nonjol papan tulis... kejadian itu ga pernah gua lupain.... jahat emang, tapi karena gua pemaaf, jadi dia gua maafin, ok fine!. akhir-akhir mau lulus gua akrab sama aini sebenernya si dari kelas 7 tapi ga begitu, eh pas ga sekelas malah akrab... trus dia punya temen namanya ayu, ayu temenan sama delia, delia itu temen gua dari sd sekaligus tetangga gua, delia pacarnya yana, yana punya temen namanya ian, kita saling berkenalan. dan akhirnya menjadi sahabat dengan nama tereng tereng......... dep yunanis uhuy.... kita punya basecamp lho di sungai cikeas haha, kalo pulang sekolah pasti mampir kesitu. tapi pas lulus kita mencar ke sekolah yang beda2..... daaaaaaaaaah kawan. oia cerita gua sama rizal berlanjut sampe sekarang walaupun rada putus2, dan dia belom nyatain apa2 sama gua, okelah terserah lu! tapi persahabatan gua sama aini, ayu, ian berlanjut sampe sekarang :)

oke gua semakin gede dan gua sekarang masuk sma, di sma plus pgri cibinong (PESAT), tadinya gua tes di smanti bogor tapi ga masuk, ah sial, cuma lulus di tes administrasinya doang. gua nangis seharian tuh...... tapi di pesat juga bagus, gua ngambil yang kelas unggulannya tadinya gua ga yakin karena gua sempet putus asa gara2 ga masuk smanti, yaudah gua coba, nyatanya ga seserem yg gua bayangin. taunya gua ketemu temen sd gua, si tiara, hanif, sama faza, haha. wah udah gede ya kalian... ckckckck. di sekolah ini yang menjadi teman yang paling akrab sama gua adalah adinda aulia, pinter, cantik, bisa nyanyi, dan baik... ahhaha karena mau nebengin gua haha, walaupun gua harus bayar parkir seribu.... di kelas 10 nih gua sempet musuhan sama fifi dan kiki, auuu kenapa? tapi akhirnya baekan juga haha.... di kelas ini juga gua dikata2in sama hanif, mentang2 namanya sama hanif dan hanifah... gara2 dwiw nih pertamanya, huuuuh. sampe pas kelas 11 dibikin drama hanif, hanifa dan hanafi.... haha apa dah tambah dikatain aja gua.... huuuh. di kelas 11 kelas unggulan 2 makin kompak dan udah mulai akrab satu sama lain, apalagi anak cewenya lisa, wulan, afri, fawaz (anak baru yg ngegantiin fifi yg keluar) riri, ika, dwiw, dwim, nispe, dll. anak2 cowonya juga dah. pokoknya banyak banget kenangan2 yg ga terlupakan sekolah disana, ngerjain soal2, makan di kantin, bikin mind mapping, sholat duha, ngehias kelas, foto2, nonton film, cerita2, jalan2, mejeng di kantin, main jempol online, makan bekel, puasa sunah, ujan2an, pulang bareng, nagihin uang kas, beuuuuh kalo dikumpulin semua bisa setaun kali haha, disana gua dipanggil ismet, ismot, atau ismail. pokoknya kata fawaz si "lu tuh sasaran empuk buat di bullying, pokoknya gampang dibego2in dah" kadang2 ampe gua marah..... baru berenti, tapi gua si biasa haha, bodo ah.... apalagi gua sering bgt di apa ya istilahnya, gua bingung, pokoknya pasti gua diketawain karna kepolosan gua yg ngeselin kayanya sih, padahal gua ga ngerasa polos, gua berwarna tau.... ya jadi gua sering digituin ama yogi, dede, adit, agung, ya yg lain juga kadang2, apalagi si sunu, beuuuh kayanya tiap hari kali yaa... gua juga bingung kenapa?? suka ga jelas emang tuh anak... ckckck... modus nih jgn2, hemf hemf. kalo gua lagi ngapa2in dia bilang "ishmah, jgn ishmah, ishmah ga boleh ishmah, dan ngomong nama gua 3 kali versi cepet ishmah ishmah ishmah, dan fawaz mengikuti. haha, gua si senyum2 aja, abis gua ga di kasi kesempatan ngomong, ok fine!. dan semua kejadian itu benar2 menjadi kenangan pas gua pindah sekolah kelas 3 ke sma 8. karena pindah rumah ke bogor.

gua beradaptasi lagi, kepindahan gua ini ngebuat sahabat gua nangis yaitu dinda. yang lain juga sedih gua, apalagi gua, nangis sampe mata gua bengkak dan merah pas masuk sekolah (baru). terus gue nulis di blog ini tentang alasan gua pindah dan kenangan2 di pesat, dan mereka nyalahin gua karena ngebuat mereka nangis baca blog gua yaitu afri sama ika. tapi gua udah beberapa kali mengunjungi dinda dan temen2 yg lain, terakhir kalinya pas bukber kemaren. seruuuu bgt, rasanya pengen bgt keulang lagi, tadinya sempet ga diijinin tapi dinda sms bokap gua dan akhirnya diijinin alhamdulillah :) terus gua nginep di rumah dinda, dan pulang hari ini. pokoknya bukber kemaren seruuu pisan euy!. dan disitu sunu mulai ga jelas lagi, ngapain coba? becanda bae' huuuh, ga ngerti gua juga,,, mau bikin gua salting weee ga mempan haha. dan yg lain malah ngikut nyorakin apa dah.... oke yg penting momen itu seru bgt hhaha.....

kalo di sma 8 biasa aja, teknologi juga belum terlalu canggih, kelasnya kotor melulu, gurunya kadang kurang menguasai materi. tapi gua bersyukur masi bisa sekolah disana alhamdulillah ya Allah. terima aja 1 taun lagi ini. tapi temen2nya si baek2.... alhamdulillah ya Allah :) oia gua duduk sama kartini, sementara ini dia adalah orang yang deket sama gua, setelah geng-an-nya pipit dan ririn dan yeni. cowonya paling restu, dwiki, herlan. oke sampe sini dulu ya capek bgt nih.... sayonaraaaaa tomodachiiiii :)

Senin, 25 Juli 2011

principe

hai, blog, mugnkin gue cuma bisa cerita sama lu.....
karena kalaupun gue cerita ke orang, mungkin ga nemuin solusinya, jadi sebaiknya gue cerita sama lu....
dari dulu sampe sekarang gue belum nemu orang yang se prinsip sama gue....
hal yang gue anggap tabu, udah jadi kebiasaan dan bukan hal yang aneh bagi mereka (lingkungan sekitar gue red) ... gue tuh bosen gini gini doang kebiasaanya, gaya hidupnya, cara pakaiannya, pemikirannya, cara berbicaranya, sopan santunnya..... walaupun gue udah pindah sekarang nih, tetep aja sama, itu semua tetep biasa di mata mereka, dan tabu dimata gue. gue sama nyokap gue itu setipe, yaitu pengen beda dari orang lain, tanda kutip dalam prinsip yang positif. rasanya gue pengen ngelilingin dunia ini buat nyari orang yang se prinsip sama gue. yang menurut gue seprinsip sama gue cuma nyokap gue doang, karena gue anak nyokap gue kali yak? tapi menurut gue yang di bilang nyokap gue, gue setuju kok. gue mikir juga lah. gue pengen pindah ke suatu daerah yang orang orangnya tuh seprinsip sama gue, dan ga ngelakuin hal hal tabu di mata gue, bisa ngebimbing gue ke dalam kebaikan, gue ga mau terjerumus ke dalam keburukan. karena gue tau gue adalah orang yang gampang kepengaruh, makanya gue harus kumpul sama orang orang baik.
lu tau kan pacaran itu ga boleh dalam islam? yah gue juga tau, tapi gue tetep ngelakuin itu sampe 2 kali, tanpa diketahui nyokap bokap gue, lu tau kan pake celana pensil, kerudung tipis pendek, ga nutupin dada ga boleh kan? tapi gue juga ngelakuin itu.......
lu tau kan kalo cewek tuh harusnya make rok atau gamis lah? ga boleh menyerupai laki2 atau pake celana? tapi gue ngelakuin itu. lu tau kan ga boleh ngomong kasar? tapi gue ngelakuin itu juga.
gue selalu nyesel kalo abis ngomong kata2 kasar. nyesel, kenapa ya gue ngomong gitu???
gue gatau berapa banyak dosa lagi yang udah gue buat, karena ikut2an.
karena gue gampang kepengaruh, padahal nyokap gue udah sering nyampein prinsip hidup seseorang.... makanya gue pengen pindah ke suatu tempat yang belum terkontaminasi oleh keburukan, kejahatan, dan maksiat. amin YA ALLAH...........

Rabu, 20 Juli 2011

the best bestfriends ever

i have a bestfriend. the name is adinda aulia. i think, ehm it just my opinion about her, she is smart, beautiful, has big-voice, kind, haha.... udah ah bahasa inggrisnya... vocabulary terbatas.
hai dinda,.... ini gue ishma, iseng iseng nih gue nulis apa gitu selama kita temenan di pesat kelas unggulan 2 haha.... gapapa kan?
dinda, dia temen gue sahabat gue dan orang yg nemenin gue kemana-mana, ojeg gue kadang2 haha abis dia suka nebengin gue haha pengganti bang rudi sementara gitu. pembantu gue haha jangan salah paham dulu din, maksudnya orang yang ngebantuin gue kalo gue ga bisa jawab soal mtk, kimia, fisika misalnya. maklumlah dia kan pernah jadi rangking 1, cieeeee. jadi inget pas gue sama dilo bilang "rangking satu... rangking satu...." trus dinda salting gitu hhaahay......
pas pertama masuk pesat si gue ga begitu kenal sama dia, terus akhirnya gue duduk sebangku sama dinda soalnya tinggal dia yang belum dpt pasangan haha. eh taunya kita malah jadi sahabat, pengalaman yang mengharukan kalo tiba-tiba 2 sahabat dipisahkan.
tapi selama 2 tahun bersahabat banyak si pengalaman yang gila atau rada rada ga jelas dan cuma kita dan Allah yang tau. kadang-kadang tuh kita suka ketawa ga jelas, bingung juga kenapa, emang bener bener kaga bener dah tuh bocah 2. trus gue inget pas kejadian apa gitu yang lain pada ketawa kita diem eh giliran yang lain diem kita ketawa, apa sih? haha.
kita juga sering patungan beli makanan, trus makan berdua. beeuuh kalo udah diliat yogi atau dede atau yang lain kita langsung senyum senyum gara2 diceng2in so sweet bgt haha.
kalo ada laptop nganggur trus kita lagi duduk be2, pasti "webcaman yuk" dan gue jawab "yuuuk" hahaha mulai beraksi .... hei yang ada disini yang ada disana semua ikut webcaman.... (tantri kotak bernyanyi) tiara dateng ikut, wulan dateng ikut, fawwaz dateng ikut, afri dtng ikut, lisa dtng ikut, riri dateng ikut. apalagi kalo pelajaran kosong, beuuuh pada siap bergaya.
tapi itu hanya memori memori, kadang suka nangis juga kalo inget memori memori itu, pengen banget rasanya ngulang lagi.
gue kangen kalian semua, gue kangen u2, gue kangen sosis dinda, kangen nagihin kas bareng lisa, kangen di bullying fawwaz, yogi, sunu, dwi, ika atau siapalah, kangen webcaman bareng bocah, kangen liat film di kelas, kangen ujan ujanan, kangen mejeng di kantin, kangen maen jempol online, kangen ngaca di toilet bareng bocah, kangen nebeng motor dinda, kangen sholat dhuha, kangen liatin yo(sensor*) barengan sama riri, kangen semua tentang kaliaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaan
terutama dinda. gue emang udah bikin dia nangis ga berenti berenti karena kepindahan gue. makanya pas hari selasa gue punya inisiatif mau ke rumah dinda sekalian les, dan gue ga ngasih tau sebelumnya. untung kaga nyasar, dia keluar sambil ketawa kecil, abis mandi, haha jadi inget yang di batulayang hwaaaahaha. lama banget dah make baju doang. terus gue masuk ke kamarnya, kita ngobrol2 gitu dah. terus katanya fawwaz mau dtng kita mau nonton hp 7 part 2.
karenan keasyikan dan gue jadi males les, serta dibujuk rayuam setan fawwaz, akhirnya gue bener2 ga les.... heeeeuuuh gapapa dah... yang penting gue udah liat hp 7 part 2, dan dinda udah lumayan ga sedih lagi, sengaja biar surprise..... gue pulang abis maghrib, tadinya rada takut tapi sampe rumah juga, seneng si gue bisa ketemu dinda sama fawwaz :)). tapi yang lain ga dtng :( gapapalah mungkin sibuk.......
buat dinda semangat yaaaaa, jangan 5L, lesu, letih, lemah, lunglai, apalagi si?.....
pokoknya semangat, gue selalu doain, semangat semangat yoyyoyoyo...... :)))
buat semuanya juga semangat semangat.... :))))
buat wulan, lisa, fawwaz, riri, tiara, afri, angga dan terutama dinda...... semangat yaaa, jangan lupain gue, karena gue ga akan ngelupain kalian, gue akan selalu inget kalian teman teman, dan buat U2 kalian adalah kelas terbaik yg pernah gue tempatin......
so loooong all..... semoga kalian makin sukses yaaaaaa.............................
gue sayang semuanyaaaaa, dinda dan yg lain pokoknya harus main ke rumah gue ya kapan2..... gue tungguuuuuuuuu daaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah :')